Langsung ke konten utama

VISI


Oleh Akhid Nur Setiawan

Sore itu Masjid Ibnu Sina Fakultas Kedokteran UGM penuh sesak oleh peserta pengajian. Yang menjadi magnet para calon dokter, calon perawat, calon ahli gizi, serta civitas akademika FK UGM mendekat duduk di majlis pengajian rutin Jumat sore kala itu adalah seorang dai muda penulis buku "Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan". Tema pernikahan memang selalu menarik bagi para pemuda, tidak dulu tidak sekarang. Salim A. Fillah, jadwal mengisinya selalu dinanti di pengajian rutin yang diadakan oleh Keluarga Muslim Cendekia Medika pada masa saya kuliah.

Usai memberikan ceramah, beliau menjawab satu per satu pertanyaan dari peserta. Tradisi kami di Ma'had KaLAM ialah pertanyaan ditulis melalui kertas. Terutama pertanyaan-pertanyaan dari peserta perempuan. Saat itu saya ikut mengajukan pertanyaan, "Bagaimana kiat agar kita tidak mudah tergoda perasaan-perasaan yang terlalu dini pada lawan jenis?"

"Milikilah cita-cita besar!" jawab mas Salim, "Sehingga Antum tidak menganggap hal-hal seperti itu sebagai sebuah masalah besar."

So, bagi Anda yang masih suka baper, entah karena tingkah dan kata yang "istimewa" dari lawan jenis, bisik-bisik tetangga, berita politik, perbedaan pandangan fikih, kegagalan bisnis, ketidakcocokan dengan tim kerja, atau karena apapun, cobalah temukan mimpi besar Anda. Fokuskan hari-hari Anda pada hal itu, niscaya masalah-masalah kecil hanya ibarat bumbu dalam perjalanan hidup Anda, insyaalloh. Anda bisa menjadikan Tahun Baru 1440 Hijriyah ini sebagai momentum Anda menentukan arah.

Memang ada dua cara pandang dalam kita menjalani hidup. Cara pertama, tetapkan tujuan-tujuan lalu cari dan tempuh jalan menuju ke sana. Cara kedua, persembahkan hari-hari terbaik dan biarkan Alloh menunjukkan jalan mana yang harus kita lalui. Keduanya sama saja, tergantung gaya masing-masing orang. Yang penting keduanya berhulu dan bermuara pada Alloh.

Di awal saya meninggalkan aktivitas kampus, saya membuat blog pejuangperadaban.blogspot.com , sampai sekarang masih aktif. Jogja Kota Santri 2020 juga pernah menjadi cita-cita saya. Jika Anda pernah melihat brand KOTASANTRI pada produk-produk CV Kreasilila, itu salah satu cara saya menjaga mimpi agar tetap menyala.

Dalam perjalanan saya berpikir bahwa hal-hal kecil yang nyata kita lakukan di sekitar kita akan jauh lebih bermakna dari apa yang mungkin "wah" dalam bayangan kita. Lakukan semua yang bisa kita lakukan. Tunjukkan saja semampu kita. Hadirkan kebaikan dalam diri kita, keluarga kita, masyarakat sekitar kita, sejauh yang kita bisa jangkau.

Peran itu Alloh yang pilihkan. Peran kita dalam peradaban ini, Alloh yang akan tunjukkan. Pada dasarnya tugas kita adalah menjadi pribadi sholih dan muslih. Kriteria sholih saya rangkum dalam buku "8 Pesona Kepribadian Seseorang". Anda bisa memesan bukunya ke nomor ini: +6281904403366 (ABDI Consulting).

Menjadi muslih artinya mengupayakan kebaikan bagi lingkungan sekitar kita, bagi orang lain, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Bismillah. Mohon doa Anda. Saya diamanahi maju sebagai Calon Anggota Dewan DPRD Kabupaten Sleman Daerah Pemilihan Ngaglik Pakem Cangkringan nomor urut 7 dari Partai Keadilan Sejahtera. Semoga ini bisa menjadi ladang amal sholih dan sarana penghapus dosa. Semoga ini bisa menjadi bagian dari kebaikan dan perbaikan untuk Sleman.

Apa yang kira-kira bisa dilakukan? Menurut saya ada tiga hal yang menjadi kunci upaya-upaya perbaikan di tengah masyarakat yaitu KEILMUAN, KEWIRAUSAHAAN, dan KESETIAKAWANAN. Pada masa generasi terbaik tiga hal itu diejawantahkan dalam bentuk masjid, pasar, dan baitul mal. Pada masa kini tentu sarananya semakin banyak dan kompleks.

Majelis-majelis ilmu di masjid berkembang menjadi perpustakaan, berkembang lagi menjadi kampus, pesantren, sekolah, dan pusat-pusat penelitian. Pasar menjadi tempat bergumulnya masyarakat untuk saling bertukar kebaikan. Berkembangnya pasar menandakan sirkulasi harta yang merata, tidak hanya berputar di kalangan orang-orang kaya. Baitul mal menopang mereka yang bertugas melayani masyarakat hingga tak sempat berniaga, kaum lemah, pejuang yang terluka, sakit, atau orang-orang papa yang tak berdaya. Dengannya masyarakat dijaga agar tetap survive, bebas dari rasa lapar dan rasa takut.

Penerapan ketiganya pada saat ini perlu perjuangan yang tidak semudah membalik telapak tangan. Ya, hakikatnya sangat mudah bagi Alloh. Syariatnya, dalam menjemput takdir baik dari Alloh tentu saya tidak bisa sendiri, saya butuh bantuan orang lain dan banyak pihak, termasuk Anda. Kita semua ingin agar hasil cipta rasa dan karsa atas dasar wahyu itu menjadi rahmat dan solusi bagi semua lapisan masyarakat, tidak memandang agama, suku, atau kasta. Mari kita bergerak bersama.

Saya sadari sekali lagi bahwa ini adalah perkara yang amat sulit dan rumit. Kawan-kawan saya mengatakan, "Masuk sana itu tidak ada yang bersih. Ada hal-hal yang tidak bisa dikendalikan. Jika bisa, bekerjalah untuk semua lapisan masyarakat, untuk rakyat, untuk konstituen, bukan hanya untuk partai. Jangan memanfaatkan rakyat untuk kepentingan yang lebih besar."

Ketika saya menyampaikan perihal pencalonan saya kepada salah seorang teman dekat, dia berpesan, "Kalau ada rasa ingin dari dirimu, kamu lebih baik mundur. Tapi kalau rakyat yang memintamu, maju terus. Karena itu artinya kamu menjalankan perintah Alloh"

Seperti syair lagu Lir-ilir, "Bocah angon, bocah angon, penekno blimbing kuwi. Lunyu-lunyu penekno kanggo mbasuh dodotiro".
Kata yang dipilih dalam lagu itu bukan "peneken" yang artinya silakan panjat, resikonya tanggung sendiri, tapi "penekno", tolong panjatkan.

Saya menunggu kalimat-kalimat "penekno" dari masyarakat yang artinya meminta tolong saya untuk memanjat, demi kepentingan bersama. Sekalipun licin, sulit dilakukan, tapi seseorang, sekumpulan "bocah angon" harus diminta memperjuangkannya. Pada akhirnya semoga kesulitan-kesulitan yang dihadapi itu kelak bisa menjadi sarana penghapus dosa, "kanggo mbasuh dodotiro," untuk mencuci pakaianmu.

Dengan ini saya mohon dukungan Anda. Bantu saya meyakinkan diri saya sendiri bahwa masyarakat memang menginginkan saya menjadi wakil mereka di parlemen.

Jangan pedulikan dari mana dapil saya atau sekarang Anda tinggal di dapil mana. Cukup berikan ucapan salam atau kata-kata penyemangat untuk saya melalui nomor WhatsApp ini +628979700923 . Atau ketik ini di browser gadget Anda lalu tekan Enter: bit.ly/DukungAkhid .

Semoga Alloh senantiasa memudahkan dan meridhoi langkah-langkah kita. Aamiin.

Dukung Mas Akhid Nur Setiawan, S.Kep.
untuk menjadi anggota dewan
DPRD Kabupaten Sleman periode 2019-2024
dengan menekan tombol di bawah ini: