Langsung ke konten utama

SANTRI




Oleh Akhid Nur Setiawan
Saya kembali diingatkan oleh "Pada Hari Ini" apa yang saya posting di Facebook sembilan tahun yang lalu tanggal 20 Oktober 2009. Sebuah foto berlatar Tugu Jogja berwarna dominan hitam abu-abu bertulis "Jogja Kota Santri 2020". Dahulu istilah santri belum seviral sekarang ketika telah dicanangkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Santri masih santri, tanpa euforia, tanpa upacara.
Apa yang saya mimpikan saat itu adalah suasana damai sebagaimana qosidah "Kota Santri" yang disenandungkan oleh Nasida Ria. Tentu saja bukan hanya tentang hilir mudiknya muda mudi berbusana rapi yang pergi mengaji di pagi dan sore hari dengan menyandang kitab suci. Ketika masyarakat memiliki pembimbing spiritual masing-masing, ketika masyarakat bebas amanah bermuamalah, ketika berbagai macam konflik dan masalah selesai di tangan para mullah, ketika kelaparan dan ketakutan hilang karena antar tetangga saling turun tangan, ketika pendidikan dan kesehatan tidak hanya menjadi hak sebagian golongan, ketika beban individu maupun kolektif saling ditopang dengan tolong menolong dan gotong royong, ketika antar keyakinan tak saling memaksakan, barangkali itulah kotasantri idaman.
Saya meyakini bahwa santri bukanlah semata sebutan untuk mereka yang berkecimpung di dunia pesantren. Bagi saya, semua muslim yang berusaha bersungguh-sungguh untuk mencintai Alloh lalu menempuh jalan untuk berdekatan mencari keridhoan dan cinta Alloh, mereka juga santri. Mereka yang memiliki guru dan menjadi guru, senantiasa mengajar dan belajar Al Quran, mereka juga santri. Mereka yang selalu menginginkan kebaikan dan perbaikan di muka bumi ini, mereka juga santri.
Saya hanya seorang santri TPA (Taman Pendidikan Al Quran) saat saya kecil. Saat remaja saya berusaha mencari barokah ilmu dan doa para ulama dengan mondok di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede namun tidak lama. Romo KH Asyhari Marzuki sudah wafat tepat tujuh hari saat saya mulai tinggal di sana. Perjalanan saya lalu sampai pada Pondok Pesantren Mahasiswa Islamic Center Al Muhtadin Seturan di bawah asuhan ustadz Ir H Cholid Mahmud MT. Saat ini kami belajar istiqomah menjadi santri mustami' di Majelis Mujahadah Kamis Wage Pondok Pesantren Sunan Pandanaran Ngaglik dan majelis-majelis kebaikan lainnya. Hanya satu dua majelis yang saya bersamai. Semoga semua itu menjadi bagian dari ikhtiar mendapatkan limpahan barokah sholawat Nabi hingga akhir zaman.
Saya, Akhid Nur Setiawan, S. Kep., Calon Anggota Dewan DPRD Kabupaten Sleman, Daerah Pemilihan Ngaglik Pakem Cangkringan, nomor urut 7, dari Partai Keadilan Sejahtera, dengan segala hormat mengajak Pak Kiai, Bu Nyai, para Gus dan Ning, para Alim Ulama, para ustadz, para murobbi, para pengajar madrasah, pengajar TPA, para pengurus dan aktivis masjid serta segenap muslim yang dirahmati Alloh, sebut saja seluruh santri, atau siapa saja yang peduli dengan masalah-masalah keumatan dan keagamaan, untuk bergabung dalam gerakan saya. Untuk kehidupan beragama yang lebih baik, untuk dunia islam yang lebih baik, untuk Sleman yang lebih baik, mari bergabung dengan gerakan saya melalui tautan bit.ly/SlemanAgamis .
Santri memiliki saham yang besar atas negeri ini. Hari Santri Nasional diambil dari momentum fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan KH Hasyim Asy'ari pada tanggal 22 Oktober 1945. Saat itu beliau menyampaikan fatwa tentang wajibnya melawan penjajah. Kontan para santri dipimpin oleh para kiai melawan dan menolak penjajah dengan berkorban harta maupun jiwa. Sudah sepatutnya para santri turut ambil bagian dalam mengelola negeri ini.
Bantu saya menemukan santriwan santriwati di Sleman atau siapa saja yang peduli pada masalah keumatan dan keagamaan, khususnya wilayah Ngaglik Pakem dan Cangkringan dengan mengajak mereka bergabung di bit.ly/SlemanAgamis . Anda juga bisa langsung menghubungi saya di nomor ini: 08979700923. Jangan sungkan menyampaikan apa saja pada saya.
Semoga kita senantiasa diberi petunjuk dan keistiqomahan untuk terus membantu masyarakat mewujudkan kehidupan yang agamis di Kabupaten Sleman.
"Bersama Santri Damailah Negeri"

Dukung Mas Akhid Nur Setiawan, S.Kep.
untuk menjadi anggota dewan
DPRD Kabupaten Sleman periode 2019-2024
dengan menekan tombol di bawah ini: