Langsung ke konten utama

Peringatan Hari Air Sedunia di Embung Kaliaji Turi


Pemerintah Kabupaten Sleman memperingati Hari Air Sedunia yang ke-27 secara simbolis dengan menebar benih ikan serta menanam pohon di Embung Kaliaji, Turi, Minggu (23/2). Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret mengangkat tema “Leaving No One Behind”. Bupati Sleman, Sri Purnomo, dalam sambutannya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum ini untuk bersyukur. Pasalnya kita yang saat ini hidup di daerah tropis selalu dilimpahi ketersediaan air yang cukup. Menurut Sri Purnomo rasa syukur tersebut dapat diwujudkan salah satunya dengan memperbaiki pengelolaan air yang ada di sekitar kita. ”Ketika air dikelola dengan baik, maka air akan sangat berguna bagi kehidupan kita. Tapi ketika tidak dikelola dengan baik, air akan dapat menjadi banjir di musim hujan, dan akan terjadi kekeringan ketika kemarau”, ucapnya.

Sri Purnomo menyebutkan bahwa pengelolaan air dapat dilakukan dengan menjaga kelestarian ekosistem secara keseluruhan. Begitu pun sebaliknya kerusakan lingkungan juga akan berpengaruh pada kondisi air di wilayah kita. Maka penegelolaan air ini menurut Sri Purnomo tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama yang saling berkaitan satu sama lain. “Maka dalam acara ini kita hadirkan juga dari Dinas Lingkungan Hidup, dari PDAM dan yang lainnya juga. Karna masalah air ini perlu sinergitas dari berbagai pihak”, jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sapto Winarno, yang juga sebagai penananggung jawab acara tersebut mengatakan peringatan Hari Air Sedunia dimaksudkan untuk menarik atensi masyarakat internasional mengenai air bersih bagi kehidupan. Disamping itu kegiatan ini juga sebagai usaha advokasi untuk melindungi sumber daya air bersih secara berkelanjutan. “Ini adalah hari untuk membuat komitmen bersama untuk dapat memenuhi kebutuhan air bagi seluruh masyarakat di dunia. Sesuai dengan temanya, maka semua semua orang berhak mendapatkan air bersih, jangan sampai ada yang tertinggal”, kata Sapto.

Dalam acara peringatan Hari Air Sedunia ini juga diisi dengan sarasehan terkait pengelolaan air bagi masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Dinas PUP dan ESDM DIY, Muspidan dan DPRD Sleman, OPD Kabupaten Sleman, P3A dan organisasi masyarakat peduli sumber daya air. Disamping itu, dalam rangka Hari Air Sedunia ini Pemerintah Kabupaten Sleman juga melakukan gerakan Irigasi Bersih pada bulan Maret dan September 2019.

Dukung Mas Akhid Nur Setiawan, S.Kep.
untuk menjadi anggota dewan
DPRD Kabupaten Sleman periode 2019-2024
dengan menekan tombol di bawah ini: